AWpXY408eFgTMZfAqTF4BFiqwKCPEBSc31nK3rsb

5 Unsur Unsur Komunikasi Organisasi / Perkantoran

Unsur Unsur Komunikasi Perkantoran:
1. Sumber (komunikator).
Sumber sebagai pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antarmanusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok atau organisasi. Sumber sering disebut pengirim, komunikator, atau dalam bahasa inggrisnya disebut source, sender, atau encoder.


Unsur komunikasi


2. Pesan.
Pesan adalah sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima. inti pesan dari komunikasi akan selalu mengarah kepada tujuan akhir komunikasi itu.



Unsur unsur komunikasi 

3. Media.
Media adalah alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima.
Unsur komunikasi perkantoran


4. Penerima (komunikan).
Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Dalam proses komunikasi telah dipahami bahwa keberadaan penerima adalah akibat karena adanya sumber. Tidak ada penerima jika tidak ada sumber.




Gambar unsur Unsur Komunikasi Perkantoran

5. Umpan balik.
Hal-hal seperti itu menjadi tanggapan balik yang diterima oleh sumber.

Jenis-jenis feedback:
a. zero feedback (pesan tidak  dimengerti oleh komunikan).
b. positive feedback (pesan dimengerti oleh komunikan).
c. neutral feedback (respon yang tidak memihak atau tidak mendukung ataupun menentang).
d. negative feedback (respon yang bersifat merugikan atau menyudutkan komunikator.




Unsur unsur komunikasi organisasi
Baca Juga:

FUNGSI MANAJEMEN ADMINISTRASI PERKANTORAN.

1. Pleaning (perencanaan).
Perencanaan ini meliputi proses penetapan tujuan dan cara pencapaian tujuan tersebut.
2. Organizing (pengorganisasian).
Setalah menetapkan tujuan dan membuat program cara pencapaiannya, selanjutnya manajer harus segera merancang dan mengembangkan organisasi yang akan melaksanakan program itu dengan baik.Setiap perusahaan membutuhkan jenis organisasi yang berbeda-beda sesuai dengan tujuannya masing-masing. Jadi jenis organisasi yang dibutuhkan adalah sesuai dengan tujuannya. Contoh, organisasi sebuah perguruan tinggi berbeda dengan perusahaan konveksi.
3. Actuatting (pengarahan).
Setalah membuat perencanaan, membentuk struktur organisasi dan penempatan kerja, langkah berikutnya adalah mengarahkan jalannya organisasi supaya sampai tujuan. Dengan kata lain, mengajak atau menggerakan anggota organisasi untuk melakukan pekerjaan dengan cara yang akan membantunnya untuk mencapai tujuan.
4. Controlling (pengendalian).
Fungsi pengendalian ini mencakup 3 hal, yaitu :
  • Menetapkan standar prestasi.
  • Mengukur prestasi yang dicapai dan membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan.
  • Mengambil tindakan untuk koreksi pada prestasi yang tidak memenuhi standar.
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment