AWpXY408eFgTMZfAqTF4BFiqwKCPEBSc31nK3rsb

2 Cara Merumuskan Sanksi Hukum Pidana

Cara Merumuskan Sanksi Hukum Pidana :  Untuk merumuskan sanksi pada umumnya ada dua cara. Sedangkan untuk merumuskan norma dalam hukum pidana itu ada tiga cara, diantaranya adalah :

Cara Merumuskan Sanksi Hukum Pidana

Cara merumuskan sanksi pada umumnya ada dua, yaitu :
1. Pada tiap-tiap pasal atau juga ayat-ayat dari suatu pasal yang berisikan norma langsung diikuti dengan suatu sanksi.
Misalnya pasal-pasal dalam KUHP.

2. Pada pasal-pasal awal hanya ditentukan norma-normanya saja tanpa diikuti secara langsung dengan suatu sanksi. Sanksi dicantumkan pada pasal-pasal akhir.
Misalnya Undang-Undang Lalu Lintas, Undang-Undang Kesehatan dan sebagainya.
Cara merumuskan norma dalam hukum pidana ada tiga, yaitu:
1. Menentukan unsur-unsur dari suatu tindakan yang dilarang atau diharuskan. Cara ini paling sering digunakan dalam undang-undang.
Misalnya Pasal 224 KUHP yang tidak memenuhi panggilan yang berwenang, Pasal 281 KUHP tentang pelanggaran kesusilaan.

2. Menyebutkan nama atau kualifikasi dari tindakan yang dilakukan.
Contoh : Pasal 351 KUHP yang hanya menyebut "penganiayaan" saja.

3. Menyebutkan unsur-unsur dan kualifikasinya sekaligus.
Contoh : Pasal 362 KUHP yang selain menyebut unsur-unsur juga menyebut kualifikasi delik, yaitu "pencurian".

Baca juga:
Referensi: E.Y Kanater dan S.R Sianturi; 1982, Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya, Alumni AHM PTHM, Jakarta hal 32.
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment